Jangan Menyerah!


Salam..

Entah apa yang ada di benak saya ketika saya menulis judul, “Jangan Menyerah!”. Inspirasi ini ketika suatu musibah terjadi pada diri saya (lebih tepatnya pada motor saya). (Sedikit curhat saja) Entah angin apa yang menerpa saya, saya menatap pada salah satu ban motor saya. Alhasil, terjadi penampakan yang sedikit menyakitkan hati saya. Sebuah kepala sekrup (pasak /paku besi dsb yg berulir dimasukkan pd kayu, besi, dsb dng diputar, Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/sekrup#ixzz1sIUFtTqU) menampakkan wujudnya pada ban belakang motor saya. Dengan persaan haru saya mengambil sebuah tang jepit untuk membebaskan ban motor saya dari serangan sekrup tersebut. Otomatis pula ketika sekrup terlepas, ban belakang motor saya pun menjadi kempis.

Kejadian ini menjadikan saya menarik sebuah kesimpulan yang dihubungkan dengan kehidupan kita sehari-hari. Menurut saya, sekrup merupakan sebuah benda tumpul yang tidak memiliki kemampuan dalam menusuk suatu media dibanding dengan paku atau benda lain yang lebih runcing. Tetapi, fenomena ini berbanding terbalik dengan apa yang telah saya pikirkan sebelumnya. Mungkin terdapat beberapa faktor yang menyebabkan sekrup ini bisa menusuk ban motor. Pertama, kondisi karet ban yang kualitasnya telah memburuk atau kondisi tekanan angin pada ban yang kurang sehingga sekrup mampu menembus hingga ke ban dalam.

Hal positif yang bisa saya ambil dari kejadian ini bahwa dalam kehidupan kita, mungkin kita pernah beranggapan bahwa kita merasa tidak mampu dalam mencapai misi kita. Kita merasa kurang kemampuan dalam mencapai misi tersebut. Kita bisa menatap sebongkah sekrup tumpul pada kasus ini. Meskipun sekrup tumpul, tapi dapat menembus sebuah ban yang terbuat dari karet dan menimbulkan lubang pada ban. Sekrup mampu mengambil kesempatan yang tidak sia-sia. Sekrup ini menunggu ban-ban yang lemah agar dapat menemukan ban yang dapat ditembusnya. Jika kondisi kualitas ban yang sedang baik, sekrup ini akan terpental (tidak menusuk ban). Begitu juga kita, jika kita merasa masih belum mampu untuk mencapai misi kita. Hadapilah dengan sabar disertai persiapan-persiapan yang matang dalam mencapai tujuan kita tersebut. Jika kegagalanĀ  menimpa, janganlah berputus asa, evaluasi diri kita dan cari dimana letak kekurangan kita perbaiki untuk kesempatan yang berikutnya.

Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s