Traffic Light


Kisah ini diambil dari kisah nyata dan tidak mengada-ada, jika ada kesamaan nama tokoh dan tempat kejadian itu memang benar adanya.

“Traffic Light”, bukan berlagak sok bebahasa asing, tapi kurang tepat saja jika saya memasang judul “Lampu Merah”. WHAT!!!  Ini bukan sebuah media tertulis yang isinya tentang kasus-kasus pelecehan seksual atau iklan-iklan gatal. LANJUT!!!

Kisah ini berawal ketika saya harus memenuhi Customer Support di Bank Danamon Kebon Sirih. Tepat pukul 5 pagi saya memanaskan mesin motor saya untuk meluncur pulang menuju rumah. Setelah itu, dengan kondisi agak mengantuk, saya meluncur dari Kebon Sirih menuju Sarinah melalui arah jalan Jaksa. Puncak permasalahannya ada di lampu merah dekat jalan Jaksa. Ketika itu kondisi lampu yang ada pada jalur saya MERAH. Pengalaman saya sebelumnya, melanggar lampu merah di persimpangan ini tidak beresiko tertilang oleh polisi (jangan ditiru). Tetapi, angin keberuntungan tidak memihak pada saya saat itu. Dengan santainya saya menerobos lampu merah, karena kondisi saat itu sepi sekali. Tiba-tiba sebuah pentungan menyala yang biasa dipakai polisi untuk mengatur lalu lintas dinyalakan dan saya diinstruksikan untuk merapat ke tepi jalan. DAMN!! Licik juga nih polisi, pentungan dimatikan dan dinyalakan ketika ada pengendara nakal. -_-! Curang!!

Alhasil, terjadilah perbincangan antara saya dengan pak Polisi.

Polisi : Selamat pagi Pak! Hadeuh, gimana ini pak pagi-pagi sudah melanggar. (Sambil menampakkan tampang mengantuknya)

Saya : Aduh, iya nih Pak. Maaf pak, pengen cepet-cepet pulang, udah capek. (Ikut-ikutan menampakkan tampang bego karena ngantuk, sambil mengeluarkan SIM dan STNK)

Polisi : Soul Olimpiyanto… Olimpiade ya mas? (ini yang gw heran, setiap orang baca nama gw, langsung nyambung kesana… lol) Saya tilang ya mas.

Saya : Hadeuh Pak, ada-ada aja. Jangan deh Pak,  jalur damai aja kita yah. Udah capek nih saya. Nih pak, duit saya tinggal segini…. (gw pun ngeluarin duit 10000+10000+5000+2000  =  27000)

Polisi : Hmmmmm… Bensin kamu ada gak? (polisi pun melongo dashboard motor saya)

Saya : Ada kok Pak.. (Hadeuh,, ada-ada aja nih polisi)

Kemudian Polisi menyisihkan7000 yang ada di tangan dia, dan dia memasukkan uang tersebut ke kantong jaket saya. DAFUQQQ!!! Disisakan 7000 saja buat saya.

Polisi : Oke, hati-hati mas di jalan, jangan sampai mengantuk. Ban jangan sampe bocor ya mas.

ANJROT!!! Iyalah dia ngmng begitu, duit gw ada di dia semua, sisa 7000 aja. HRRR!!

-SEKIAN-

2 responses to “Traffic Light

  1. haha ternyata nasib anda kurang beruntung, mungkin klo bilang bensin tinggal dikit bisa di kasih 12.000 kan lumayan tuh :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s